Lucu. Rasanya seperti bukan aku. Aku yang "ceplas ceplos" dan cenderung terang-terangan ini tentu amat sangat tidak pandai dalam urusan menutupi perasaan. Selalu kutunjukkan semua itu, selalu ku luapkan seluruh perasaanku dan pasti akan kukejar "dia". Namun tidak kali ini. Entah mengapa "kamu" membuatku untuk pertama kalinya belajar untuk menutupi perasaan yg kerap berkecamuk di dadaku setiap kamu tersenyum, setiap kamu tertawa, setiap kamu memperhatikan pelajaran, setiap kamu sedang berlari menggiring bola di lapangan, pada segala momen di setiap hariku yang melibatkanmu didalamnya.
Tidak pernah aku si keras kepala ini merasa begitu rapuh begitu pemalunya hingga setiap kamu tersenyum padaku aku tak tau harus apa. Rasanya hati ini penuh sesak akan pertanyaan tentang bagaimana bisa kamu membuatku seperti ini. Kamu juga dengan lancarnya membuatku terbakar saat melihat kamu dengan perempuan perempuan lain bercanda dan tertawa. Sial, tawamu itu seharusnya menjadi milikku dan bukan untuk konsumsi kaum hawa lain. Canda dan senyummu juga seharusnya menjadi sarapan ku setiap pagi bukan untuk diobral kepada perempuan lain.
Aku mungkin terkesan sangat egois dalam mencintaimu, haha maafkan aku. si pemula canggung nan ceroboh dalam urusan mencintai dalam diam. menyayangi dalam doa. mengagumi tanpa suara. Awal yang baik kah untuk semuanya?
Jumat, 31 Juli 2015
Kamis, 23 Juli 2015
Senyum Itu
Seperti biasanya, lagi-lagi malam ini air mata harus membasahi kaca mataku. Hidungku yang berair membuatku kesulitan bernafas. Tetapi rupanya tidak. Bukan hidungku yang berair yang membuatku kesulitan bernafas namun betapa sesak penuh nya hati ku yang tak mampu lagi membendung semua nya. Mengapa semua ini terasa sulit sekali Ya Tuhan? Aku selalu berusaha untuk tetap tersenyum, mengangkat daguku, dan berkata "tenang saja, aku tidak apa-apa". Aku tau aku masih belum cukup berusaha untuk berkata "apa belum cukup pengorbananku?". Tetapi aku hanya ingin ia tau Ya Tuhan betapa sakitnya aku yang selalu mengorbankan segala hal bahkan hanya untuk bertemu dengannya. Mendengar suaranya, melihat senyumnya, menyaksikan ia tertawa sampai matanya terlihat sipit sekali seperti biasa. Tidak perlu karenaku Ya Tuhan, aku hanya ingin bertemu dengannya lagi dan menyaksikannya bahagia.
Tentu saja aku rindu, aku rindu dengan percakapan tengah malam kita. Aku rindu kamu mendiskusikan segala hal denganku, aku rindu kamu yang sering tertidur di pundakku, aku rindu merawatmu saat kau sakit, aku rindu bagaimana kita biasa tertawa hingga sesak nafas hanya karena hal hal sepele.
Tetapi tidak, aku tidak akan berusaha untuk menunjukkan perasaan campur adukku ini. Mungkin aku hanya perlu diam. Aku hanya perlu untuk sekali lagi memendam semuanya sendirian. Tak peduli payah, tak peduli lelah.
Satu pintaku, Ya Tuhan. Aku hanya ingin melihat senyum itu lagi.
Tentu saja aku rindu, aku rindu dengan percakapan tengah malam kita. Aku rindu kamu mendiskusikan segala hal denganku, aku rindu kamu yang sering tertidur di pundakku, aku rindu merawatmu saat kau sakit, aku rindu bagaimana kita biasa tertawa hingga sesak nafas hanya karena hal hal sepele.
Tetapi tidak, aku tidak akan berusaha untuk menunjukkan perasaan campur adukku ini. Mungkin aku hanya perlu diam. Aku hanya perlu untuk sekali lagi memendam semuanya sendirian. Tak peduli payah, tak peduli lelah.
Satu pintaku, Ya Tuhan. Aku hanya ingin melihat senyum itu lagi.
Rabu, 15 Juli 2015
Lelah
Hai. Sepertinya ini kali pertama aku menulis di sini setelah hampir sekian lama. Tugas-tugas di sekolah mulai memeras pikiran dan tenagaku, lalu entah mengapa aku merasa seperti orang asing di semua tempat, dan untuk semua orang, ditambah lagi, haha. sepertinya ini sudah kisah klasik yang memang selalu kualami; lagi-lagi aku harus memaksa hati untuk pergi dari zona nyamannya.
Aku memang tidak sendiri. Aku cukup menyadari itu. Aku masih percaya bahwa Sang Maha Cinta masih setia menemaniku dan menuntunku; setelah semua yang ku alami dan ku lalui. Di samping itu memang banyak orang yang selalu berkata "sabar" atau "aku tau kamu kuat" "sekar kok cengeng". Tapi entah mengapa aku tetap merasa aku sendirian.
Haha. Sakit rasanya. selalu mengerahkan usaha terbaik dalam SEGALA hal, untuk SEMUA orang, namun sejatinya kamu tidak akan pernah menjadi "cukup" baik untuk semua orang. Tidak akan pernah ada yang tau bagaimana rasanya menjadi aku. Bagaimana payah nya aku yang selalu berusaha untuk semua orang.
Ibu pernah menasihatiku "Jika dunia dan seisinya selalu salah dan tidak sesuai dengan keinginanmu, mungkin ini waktunya kamu yang menyesuaikan diri dengan dunia dan seisinya.". Apa mungkin? Apa aku yang selalu salah? Apa semua ini terjadi karena kecerobohan dan ketidaksempurnaanku sebagai anak, sebagai teman, sebagai kekasih; sebagai seorang yang hidup di dunia ini?
Mungkin benar, ini semua salahku. Aku tidak pernah menjadi cukup baik, mungkin aku tidak sesempurna apa yang orang-orang harapkan, mungkin aku masih terlalu lemah untuk memuaskan keinginan orang-orang.
Tetapi jujur. Aku lelah. Aku ingin selalu kuat tetapi aku tidak munafik, aku tidak naif. Mustahil.
Ya Tuhan aku lelah, aku lelah menjaga perasaan semua orang yang bahkan tak pernah menyempatkan diri untuk menjaga perasaanku. Ya Tuhan aku lelah, aku lelah selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk orang-orang padahal tidak ada yang bahkan mencoba untuk melakukan hal yang "baik" kepadaku. Ya Tuhan aku lelah, aku lelah memendam semua perasaan ini sendiri. Aku rindu Engkau, Ya Tuhan. Aku sudah terlalu lelah untuk bersembunyi, aku sudah terlalu bosan menyimpan semua tangis dan raungan ini. Sudah berlarut-larut Ya Tuhan. Aku lelah, benar-benar lelah...
Aku memang tidak sendiri. Aku cukup menyadari itu. Aku masih percaya bahwa Sang Maha Cinta masih setia menemaniku dan menuntunku; setelah semua yang ku alami dan ku lalui. Di samping itu memang banyak orang yang selalu berkata "sabar" atau "aku tau kamu kuat" "sekar kok cengeng". Tapi entah mengapa aku tetap merasa aku sendirian.
Haha. Sakit rasanya. selalu mengerahkan usaha terbaik dalam SEGALA hal, untuk SEMUA orang, namun sejatinya kamu tidak akan pernah menjadi "cukup" baik untuk semua orang. Tidak akan pernah ada yang tau bagaimana rasanya menjadi aku. Bagaimana payah nya aku yang selalu berusaha untuk semua orang.
Ibu pernah menasihatiku "Jika dunia dan seisinya selalu salah dan tidak sesuai dengan keinginanmu, mungkin ini waktunya kamu yang menyesuaikan diri dengan dunia dan seisinya.". Apa mungkin? Apa aku yang selalu salah? Apa semua ini terjadi karena kecerobohan dan ketidaksempurnaanku sebagai anak, sebagai teman, sebagai kekasih; sebagai seorang yang hidup di dunia ini?
Mungkin benar, ini semua salahku. Aku tidak pernah menjadi cukup baik, mungkin aku tidak sesempurna apa yang orang-orang harapkan, mungkin aku masih terlalu lemah untuk memuaskan keinginan orang-orang.
Tetapi jujur. Aku lelah. Aku ingin selalu kuat tetapi aku tidak munafik, aku tidak naif. Mustahil.
Ya Tuhan aku lelah, aku lelah menjaga perasaan semua orang yang bahkan tak pernah menyempatkan diri untuk menjaga perasaanku. Ya Tuhan aku lelah, aku lelah selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk orang-orang padahal tidak ada yang bahkan mencoba untuk melakukan hal yang "baik" kepadaku. Ya Tuhan aku lelah, aku lelah memendam semua perasaan ini sendiri. Aku rindu Engkau, Ya Tuhan. Aku sudah terlalu lelah untuk bersembunyi, aku sudah terlalu bosan menyimpan semua tangis dan raungan ini. Sudah berlarut-larut Ya Tuhan. Aku lelah, benar-benar lelah...
Sabtu, 05 April 2014
Lebih Menyayangimu
Tubuhku gemetar, ada rasa tak percaya yang menyelimuti setiap rongga di perasaanku. Lalu kuminta kau untuk mengulangi lagi kata-katamu, seakan aku sedang memastikan apakah aku tuli atau tidak, namun yang kudengar tetap sama; "Aku sayang kamu.".
Lalu reaksi selanjutnya sudah bisa dipastikan, adalah konflik antara si setan dan si malaikat di pikiranku. Aku tahu, kamu terlalu sempurna untuk disandingkan dengan gadis absurd macam aku. Ah, jangan lah untuk menjadi pasangan, bahkan untuk berdiri berdampingan saja aku sudah menahan malu. Laki-laki seperti kamu, tidak pantas untuk menyayangi gadis seperti aku. Kamu sudah buta? Kamu punya semua hak didunia ini untuk mendapatkan gadis yang jauh lebih baik daripada hanya sekedar aku!
Aku menghela nafas panjang, nafas yang selama ini tercekat bagaikan orang yang dicekik hingga sekarat, karena disakiti oleh orang-orang sebelum kamu.
Maaf, bukannya aku tidak berani ambil resiko, tapi aku hanya merasa kasihan padamu, kamu itu sempurna, sayang! Buat apa kamu hanya mencintai aku?
Kukedipkan mataku berulang-ulang, namun cahaya dari tubuhmu tetap memancar, masih terngiang jelas di kedua telingaku perkataanmu dahulu, "aku ingin mengabdikan diriku untuk negara, untuk bangsa yang telah membesarkanku." Ah, cita-cita muliamu itu hanya menambah daftar alasan mengapa kamu tidak seharusnya bersamaku.
Namun, saat aku memutuskan untuk melawan perasaanku, aku kembali menatap matamu, mata yang telah merubah garis hidupku seratus delapan puluh derajat. Aku tetap terdiam, lalu pelan-pelan kutelan semua ketakutan dan ketidakyakinanku akan semua ini, dan aku tersenyum simpul, yang seharusnya kamu juga tahu apa arti dari senyumku; "aku lebih menyayangimu."
Lalu reaksi selanjutnya sudah bisa dipastikan, adalah konflik antara si setan dan si malaikat di pikiranku. Aku tahu, kamu terlalu sempurna untuk disandingkan dengan gadis absurd macam aku. Ah, jangan lah untuk menjadi pasangan, bahkan untuk berdiri berdampingan saja aku sudah menahan malu. Laki-laki seperti kamu, tidak pantas untuk menyayangi gadis seperti aku. Kamu sudah buta? Kamu punya semua hak didunia ini untuk mendapatkan gadis yang jauh lebih baik daripada hanya sekedar aku!
Aku menghela nafas panjang, nafas yang selama ini tercekat bagaikan orang yang dicekik hingga sekarat, karena disakiti oleh orang-orang sebelum kamu.
Maaf, bukannya aku tidak berani ambil resiko, tapi aku hanya merasa kasihan padamu, kamu itu sempurna, sayang! Buat apa kamu hanya mencintai aku?
Kukedipkan mataku berulang-ulang, namun cahaya dari tubuhmu tetap memancar, masih terngiang jelas di kedua telingaku perkataanmu dahulu, "aku ingin mengabdikan diriku untuk negara, untuk bangsa yang telah membesarkanku." Ah, cita-cita muliamu itu hanya menambah daftar alasan mengapa kamu tidak seharusnya bersamaku.
Namun, saat aku memutuskan untuk melawan perasaanku, aku kembali menatap matamu, mata yang telah merubah garis hidupku seratus delapan puluh derajat. Aku tetap terdiam, lalu pelan-pelan kutelan semua ketakutan dan ketidakyakinanku akan semua ini, dan aku tersenyum simpul, yang seharusnya kamu juga tahu apa arti dari senyumku; "aku lebih menyayangimu."
Jumat, 04 April 2014
Matamulah Tempat Itu.
Berjam-jam sudah aku duduk disini, berpangku tangan, memandangi layar handphone memandangi pesan-pesanmu dengan tatapan kosong. Hebat memang, hatiku yang terkenal batu ini, bisa luluh juga dengan kata-katamu. Mudah sekali ya rasanya, kamu yang dulunya bahkan tidak pernah kulirik, kini bisa menjadi orang yang dapat berjam-jam kupandangi. Kata-katamu yang dulunya kuanggap angin lalu kini bisa menjadi sesuatu yang kerap kudengarkan berlarut-larut. Mungkin ini hanya perasaanku saja, saat otak memaksaku untuk berhenti namun hati memaksaku untuk tetap menanti.
Aku tidak tahu, mungkin saja yang kamu katakan padaku juga kamu katakan pada ribuan gadis lainnya, atau saja apa yang kuanggap 'spesial' ini hanyalah ritual yang biasa kau lakukan.
Kamu tahu tidak? Sepertinya aku sudah pernah bilang, bahwa senyum dan tatapanmu adalah bagian dari diriku yang selama ini hilang. Ya, senyummu, senyum yang sempat membuatku terdiam selama 5 menit untuk menerjemahkan apa arti dari senyum itu. Tatapan kamu, yang memaksaku untuk kembali termangu, untuk menjelaskan bagaimana bisa semesta mempertemukan kita, dua orang yang jelas jelas berbeda.
Haha, sial. belum pernah aku mencintai seseorang sampai sedalam ini, belum pernah aku merindukan seseorang sampai-sampai pernafasan dan peredaran darahku sulit berfungsi seperti ini, belum pernah juga rasanya, aku, si gadis cuek yang anti sensitif ini menangis semalaman di kamar hanya karena tidak ingin kehilangan kamu, sosok yang selama ini aku cari, figur yang selama ini aku nanti.
Siapa sangka? Kamu, laki-laki tinggi berpostur tentara, akan 'dititipkan rasa' olehku, si pungguk yang merindukan bulan. Siapa sangka? Kamu yang dulunya membenciku, aku yang dulunya membencimu, kini bisa bertautan dalam suatu koneksi rumit yang biasa kita kenal dengan 'cinta'.
Maafkan aku, yang berlagak puitis. Aku hanya bingung harus seperti apalagi mengungkapkan semua ini padamu, bingung, buntu, tersesat.
Nah, pada akhirnya, kamu hanya perlu percaya, bahwa aku tidak perlu pergi mencari dan berkeliling dunia untuk menemukam tempat terindah, karena matamu lah tempat itu.
Aku tidak tahu, mungkin saja yang kamu katakan padaku juga kamu katakan pada ribuan gadis lainnya, atau saja apa yang kuanggap 'spesial' ini hanyalah ritual yang biasa kau lakukan.
Kamu tahu tidak? Sepertinya aku sudah pernah bilang, bahwa senyum dan tatapanmu adalah bagian dari diriku yang selama ini hilang. Ya, senyummu, senyum yang sempat membuatku terdiam selama 5 menit untuk menerjemahkan apa arti dari senyum itu. Tatapan kamu, yang memaksaku untuk kembali termangu, untuk menjelaskan bagaimana bisa semesta mempertemukan kita, dua orang yang jelas jelas berbeda.
Haha, sial. belum pernah aku mencintai seseorang sampai sedalam ini, belum pernah aku merindukan seseorang sampai-sampai pernafasan dan peredaran darahku sulit berfungsi seperti ini, belum pernah juga rasanya, aku, si gadis cuek yang anti sensitif ini menangis semalaman di kamar hanya karena tidak ingin kehilangan kamu, sosok yang selama ini aku cari, figur yang selama ini aku nanti.
Siapa sangka? Kamu, laki-laki tinggi berpostur tentara, akan 'dititipkan rasa' olehku, si pungguk yang merindukan bulan. Siapa sangka? Kamu yang dulunya membenciku, aku yang dulunya membencimu, kini bisa bertautan dalam suatu koneksi rumit yang biasa kita kenal dengan 'cinta'.
Maafkan aku, yang berlagak puitis. Aku hanya bingung harus seperti apalagi mengungkapkan semua ini padamu, bingung, buntu, tersesat.
Nah, pada akhirnya, kamu hanya perlu percaya, bahwa aku tidak perlu pergi mencari dan berkeliling dunia untuk menemukam tempat terindah, karena matamu lah tempat itu.
Sabtu, 28 Desember 2013
NINE D SQUAD! (The Embarissing yet Entertaining Dudes)
well hell-o thereee! haha akhirnya ngepost lagi yah hihi :3 kalo kemarin gue ngepost tentang salah satu sahabat gue, kali ini gue bakal nyeritain kelas gue yang amat sangat memalukan menyenangkan #tsaaah
9D'13-14! jadi ceritanya, gue itu selalu punya firasat kalau mau pembagian kelas. waktu gue baru mau masuk smp, entah kenapa feeling gue bilang kalau gue bakal masuk kelas 7A, dan ternyata bener, gue masuk kelas itu. Kejadian yang sama juga terjadi pas gue mau naik kelas 8, feeling gue bilang kalau gue bakal masuk kelas 8B, eh kejadian beneran. Intinya gue selalu ada firasat kalo mau pembagian kelas deh (oke gue udah ngulangin ini sekitar 1,000 kali-_-) tapi entah kenapa, kelas 9 ini feeling gue diem, anteng, cuma bisa degdegan aja kaya mau ketemu cowo cakep #eh.
Sabtu pagi, 13 Juli 2013...
Biasanya kalo pembagian kelas gue selalu dateng pagi-pagi buta, ya sekitar jam 2 an lah (oke ini parah) haha ngga ngga, ya intinya pagi lah, awal gituuu. Berhubung waktu itu gue kesiangan, (maklum adaptasi abis liburan hehe) gue berangkatsangat agak telat.
Terus disitu gue ketemu Dhea, iya, disitu, ditengah keramaian parkiran spenda *oke alay* terus gue nanya "Dhe, pembagian kelas udah ditempel? kamu kelas apa?" terus dia jawab "belum ik mi" dan disitu gue akuin gue degdegan. banget.
Terus didepan kelas 9B (udah ditempelin nih), gue ketemu Chandra, gue nanya "ceh kelas apa koe?" dia jawab "belum ketemuuuuuuu" akhirnya gue ajakin dia cari bareng.
Ternyataaaahhh..........................gue...........sama........Chandra...............masuk kelas............................9D!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *joget oplosan*
jadi gitu deh, disini temen sekelas kita ituuuu:
Andre, Echa, Ifa, Bagus, Ceka, Maza, Aku, Ega, Elma, Elmo, Delli, Jessika, Ela, Azam, Havy, Iqbal, Koko, Munika, Naufal, Puput, Tata, Seta, Susan, Bita!!
Oke, gue bakal describe sahabat2 gue di 9D deh~
1. Albertus Anggara Andreantono Adi
Andre!! atau biasa kita sebut dg BO-CIL he he. ini anakpendek gak begitu tinggi sih, unyu unyu kaya penyu pantai gituh. Baik kok, kadang dermawan juga eh haha. Cules dia cules -_-
2. Alessandra Fathvirilla Ausfica
Echa!! atau biasa disebut Bandottt~ dia mantan ketos lho guys jan salah, suka kedipin mata gituh ke cewe cewe :s baik sih, asik juga kalo diajak ribut.
3. Chandra Kirana
Ceka!! okey dia mah cabat akuh dali duluh~ baik, cantik, gila banget sih iya... pokoknya adorable deh, dicintai dan dilindungi oleh segenap CekaLova :D
4. Muchammad Mu'tazam
Azam!! ini dia cowo terlenjeh di jagad raya ini~ tinggi kaya palting, cakep?biasa aja. genit?BANGET!! eh haha. digosipin ama..................gue.-_-
5. Muhammad Havy Setiabudi
Havy!! oke first of all dia ini pinter. oke. sip. hihi. Idungnya berlebihan dan gak nyante. resek banget, tapi over all he's a good bestfriend :)
6. Muhammad Iqbal
Ale!! naaaah ini dia tempat keluh kesah seluruh anak anak~ tempat curhat dehhh. Baik, seru, gowkelz, but sometime najis hahaha
7. Septiana Jihan Nurlita
Tatak!! cewe ter macho se 9D, anak voli, anak PKS, dan..........wota=)) asli ini anak kocak abis, baik, cool, pokonya ohoooo~
8. Seta Pratama
Seta!! atau biasa dikenal dengan "Dek Seta" berhubung dia termasuk golongan muda di 9D, sama gue aja masi tua gue-_- tinggi nya gasesuai umurnya (ketinggian bos) kocak, resek, asikk :D
Nah!! itu dia sahabat-sahabat dan temen sekelas gue di 9D, thanks ya guys, you all colour my day :) aaaaahhh lovelovelove!!!!
9D'13-14! jadi ceritanya, gue itu selalu punya firasat kalau mau pembagian kelas. waktu gue baru mau masuk smp, entah kenapa feeling gue bilang kalau gue bakal masuk kelas 7A, dan ternyata bener, gue masuk kelas itu. Kejadian yang sama juga terjadi pas gue mau naik kelas 8, feeling gue bilang kalau gue bakal masuk kelas 8B, eh kejadian beneran. Intinya gue selalu ada firasat kalo mau pembagian kelas deh (oke gue udah ngulangin ini sekitar 1,000 kali-_-) tapi entah kenapa, kelas 9 ini feeling gue diem, anteng, cuma bisa degdegan aja kaya mau ketemu cowo cakep #eh.
Sabtu pagi, 13 Juli 2013...
Biasanya kalo pembagian kelas gue selalu dateng pagi-pagi buta, ya sekitar jam 2 an lah (oke ini parah) haha ngga ngga, ya intinya pagi lah, awal gituuu. Berhubung waktu itu gue kesiangan, (maklum adaptasi abis liburan hehe) gue berangkat
Terus disitu gue ketemu Dhea, iya, disitu, ditengah keramaian parkiran spenda *oke alay* terus gue nanya "Dhe, pembagian kelas udah ditempel? kamu kelas apa?" terus dia jawab "belum ik mi" dan disitu gue akuin gue degdegan. banget.
Terus didepan kelas 9B (udah ditempelin nih), gue ketemu Chandra, gue nanya "ceh kelas apa koe?" dia jawab "belum ketemuuuuuuu" akhirnya gue ajakin dia cari bareng.
Ternyataaaahhh..........................gue...........sama........Chandra...............masuk kelas............................9D!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *joget oplosan*
jadi gitu deh, disini temen sekelas kita ituuuu:
Andre, Echa, Ifa, Bagus, Ceka, Maza, Aku, Ega, Elma, Elmo, Delli, Jessika, Ela, Azam, Havy, Iqbal, Koko, Munika, Naufal, Puput, Tata, Seta, Susan, Bita!!
Oke, gue bakal describe sahabat2 gue di 9D deh~
1. Albertus Anggara Andreantono Adi
Andre!! atau biasa kita sebut dg BO-CIL he he. ini anak
2. Alessandra Fathvirilla Ausfica
Echa!! atau biasa disebut Bandottt~ dia mantan ketos lho guys jan salah, suka kedipin mata gituh ke cewe cewe :s baik sih, asik juga kalo diajak ribut.
3. Chandra Kirana
Ceka!! okey dia mah cabat akuh dali duluh~ baik, cantik, gila banget sih iya... pokoknya adorable deh, dicintai dan dilindungi oleh segenap CekaLova :D
4. Muchammad Mu'tazam
Azam!! ini dia cowo terlenjeh di jagad raya ini~ tinggi kaya palting, cakep?biasa aja. genit?BANGET!! eh haha. digosipin ama..................gue.-_-
5. Muhammad Havy Setiabudi
Havy!! oke first of all dia ini pinter. oke. sip. hihi. Idungnya berlebihan dan gak nyante. resek banget, tapi over all he's a good bestfriend :)
6. Muhammad Iqbal
Ale!! naaaah ini dia tempat keluh kesah seluruh anak anak~ tempat curhat dehhh. Baik, seru, gowkelz, but sometime najis hahaha
7. Septiana Jihan Nurlita
Tatak!! cewe ter macho se 9D, anak voli, anak PKS, dan..........wota=)) asli ini anak kocak abis, baik, cool, pokonya ohoooo~
8. Seta Pratama
Seta!! atau biasa dikenal dengan "Dek Seta" berhubung dia termasuk golongan muda di 9D, sama gue aja masi tua gue-_- tinggi nya gasesuai umurnya (ketinggian bos) kocak, resek, asikk :D
Nah!! itu dia sahabat-sahabat dan temen sekelas gue di 9D, thanks ya guys, you all colour my day :) aaaaahhh lovelovelove!!!!
Senin, 18 November 2013
My First Bestfriend at JHS become my Best Friend Forever.
Hai. Aku
ucapkan salam perkenalan untuk calon pembaca-pembaca blog ku. Aku rasa sebagai “pembuka”
untuk cerita-ceritaku kedepan, aku akan mulai dengan menceritakan salah satu
orang yang paling berharga untukku di dunia ini.
C-H-A-N-D-R-A
Tujuh huruf itulah yang menggambarkan kebahagiaanku dikelas,
tertawa terbahak-bahakku saat pelajaran berlangsung, dan segala keajaiban
selama 3 tahun aku duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Chandra Kirana. Gadis
cantik eksentrik ini lahir di Kota Batik, kotaku, pada tanggal 24 Mei 1999. Aku
rasa, pada hari itulah semua keajaiban yang ada pada dirinya dimulai. Untuk
masalah kecantikan, tidak usah ditanya. “hidungnya Chandra itu perfect”
begitulah sekiranya perkataan ibuku, dan mungkin juga perkataan orang-orang
lain yang mengenalnya.
Aku mulai mengenalnya pada saat hari pertama sekolah
menengah pertama, di bangku pojok kiri kelas pertamaku, 7A. Saat itu kami masih sama-sama lugu. Dengan canggung aku
perhatikan name tag ospek yang
menggantung di lehernya: “CHANDRA” .
Lalu mulailah semua kegilaan ini berlangsung, dengan cepat
dia menjadi salah satu orang yang menjadi bagian terindah dalam hidupku. Satu
tahun kami lalui di kelas tujuh, dan akhirnya kami berpisah di kelas delapan.
Kocaknya, saat pembagian kelas 9 kemarin, dengan kaget aku
berteriak “CE KITA SEKELAS LAGI!!!!” yang akhirnya membuat semua perhatian
tertuju kepada kami, dua orang sahabat yang seperti sudah tidak bertemu selama
puluhan tahun.
Ce…
Aku tau, aku belum bisa menjadi sahabat yang sempurna untuk
kamu. Aku juga belum bisa membalas semua kebaikanmu, apapun itu. Tulisanku sore
hari ini juga nampaknya belum cukup untuk menggambarkan rasa terima kasih ku
atas tiga tahun yang menakjubkan ini. Dan juga belum cukup untuk menggambarkan
rasa menyesalku karena sering membuatmu marah, sedih, kesal, kecewa.
Lewat tulisan ini, aku hanya ingin kamu tau, bahwa aku
benar-benar sayang kamu. Dan aku rasa, perasaan itu tidak akan pernah berubah
sampai kapanpun, aku akan tetap sama, menjadi Sekar yang menyebalkan
menjengkelkan namun akan selalu menyayangimu setulusnya. Dan aku percaya kamu
pun akan tetap sama, menjadi Chandra yang lucu, selalu bisa menghibur, dan
selalu ada untuk sahabatnya.
Aku juga ingin meminta maaf karena aku tau aku memiliki
banyak sekali kesalahan yang mungkin sering kali membuatmu marah dan kecewa.
Aku tau, aku belum bisa menjadi sahabat yang sempurna….
Terima kasih atas semuanya, semoga mimpi-mimpi yang selalu
kita banggakan akan terwujud, cerita sukayang selalu kita tertawakan bersama
akan terlaksana. Kejar cita-citamu, Ce, karena aku tau kamu bisa.
Sekali lagi, mungkin kamu sudah bosan mendengar kata-kata
ini.
Aku sayang kamu, Chandra Kirana, sahabat dalam suka-duka, teman dalam segala keadaan. :”)
Langganan:
Postingan (Atom)
